PROKLAMASI KEMERDEKAAN
I N D O N E S I A
STANDAR
KOMPETENSI :
5. Memahami usaha persiapan kemerdekaan
KOMPETENSI DASAR:
5.1. Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar
proklamasi dan proses terbentuknya
negara kesatuan Republik
Indonesia.
1. BERITA KEKALAHAN JEPANG
Perang Asia Timur Raya
(Perang Dai Toa) yang dibanggakan oleh Jepang sebagai Perang Suci
dilancarkan oleh Jepang untuk menguasai sebagian wilayah Asia semakin
mendekati titik akhir. Tentara Sekutu yang dipimpin oleh Jenderal Mc
Arthur mulai menguasai daerah-daerah yang dikuasai Jepang. Sifat Ofensif
(menyerang) Jepang berubah menjadi Defensif (bertahan), akibat serangan
tentara Sekutu yang bertubi-tubi. Pertempuran dahsyat antara tentara
Jepang melawan tentara Sekutu terjadi antara lain di Bataan (Filipina)
dan Iwojima.
Semangat juang yang tinggi dari tentara Jepang
membuat Perang Pasifik masih terus berlangsung walaupun peperangan di
Eropa sudah berakhir. Mereka tidak mudah menyerah walaupun beberapa kota
di Jepang telah mengalami serangan bom dari pihak Sekutu. Gempuran dan
tekanan hebat datang dari negara-negara yang tergabung dalam Front ABCD
(America, British, China, Dutch) dan ABDACom ( America, British, Dutch,
Australia Command), membuat moril semangat tentara Jepang mundur.
Kegiatan produksi pun macet akibat terhambatnya pasokan bahan baku
karena perang.
Akhirnya pihak Sekutu menjadi tidak sabar dan
memutuskan untuk menjatuhkan Bom Atom, agar Jepang segera menyerah.
Pada
tanggal 6 Agustus 1945 Kota Hiroshima dibom Atom oleh Sekutu, disusul
kota Nagaski pada tanggal 9 Agustus 1945 dibom Atom, sehingga kedua kota
tersebut luluh lantak. Sekutu juga mengulimatum Jepang untuk menyerah
dan harus dijawab sebelum tanggal 13 Agustus 1945. Akhirnya Jepang
mengalami kekalahan total, dan Kaisar Hirohito akhirnya mengakui
kekalahan Jepang terhadap Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Peristiwa
penyerahan Jepang kepada sekutu dilakukan di atas kapal perang Amerika
Serikat “MISSOURI”.
Berita ini tidak bisa dengan mudah didengar
oleh bangsa Indonesia, karena semua radio yang dimiliki oleh penduduk
telah disegel. Rakyat hanya bisa mendengarkan siaran yang dipancarkan
oleh radio Jepang. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga wibawa Jepang.
Meskipun demikian, para pejuang secara sembunyi-sembunyi tetap
mengetahuinya melalui stasiun gelap yang mereka buat sendiri.
Perdana
Menteri Kuniaki Kaiso berusaha mempertahankan kekuasaan Jepang di
Indonesia, dia mengeluarkan pernyataan “ Janji Kemerdekaan Indonesia
kelak di kemudian hari” yang bertujuan untuk membina rakyat agar mau
bekerjasama dengan pemerintah Jepang. Tetapi bangsa Indonesia yang sudah
lama mandambakan Kemerdekaan, tidak percaya begitu saja. Sutan
Syahrir, salah seorang tokoh pejuang yang berhasil mengetahui dan
mendengar tentang takluknya tentara Jepang akhirnya pergi menemui Moch.
Hatta untuk menyampaikan berita tersebut, sekaligus menanyakan masalah
kemerdekaan.
2. KEGIATAN TOKOH PEJUANG GOLONGAN TUA DI JAKARTA
Berita
tentang kekalahan Jepang disebarluaskan oleh tokoh pejuang Indonesia
lainnya. Mereka menganggap ini adalah kesempatan emas untuk menyatakan
kemerdekaan Indonesia. Syahrir menyatakan agar pernyataan kemerdekaan
tidak dilakukan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), ia
khawatir kalau pernyataan Kemerdekaan Indonesia dilakukan PPKI takut
dianggap Sekutu sebagai buatan Jepang. Akhirnya Sutan Syahrir dan Moch.
Hatta pergi menemui Ir. Soekarno, ketua PPKI. Tetapi Ir. Soekarno
berpendapat sebaliknya, Proklamasi Kemerdekaan harus dilakukan atas
persetujuan PPKI.
Pada masa itu juga terjadi perbedaan pendapat
antara pemimpin golongan Tua dan para tokoh Pemuda. Soekarno-Hatta
berpendapat bahwa dalam pelaksanaan Proklamasi harus dicegah jatuhnya
korban rakyat. Pertimbangan ini didasarkan pada kenyataan bahwa kekuatan
Jepang masih kokoh, walaupun mereka telah menyerah kepada Sekutu. Para
pemimpin golongan Tua seperti : Ir. Soekarno, Hatta, dan dr. Radjiman
Widiodiningrat masih merasa yakin akan itikad Jepang untuk melaksanakan
“janji Kemerdekaan bagi Indonesia” yang diucapkan oleh PM Kuniaki Kaiso
melalui Jenderal Terauchi (Komando Tetinggi Pendudukan Jepang di Asia
Tenggara) dalam pertemuan yang diadakan di Dalath (Vietnam) pada tanggal
14 Agustus 1945. Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jepang Laksamana Maeda
membenarkan berita tengtang kekalahan Jepang kepada tokoh pejuang
golongan Tua. Soekarno-Hatta tetap pada pendiriannya bahwa Proklamasi
Kemerdekaan harus dilaksanakan oleh PPKI yang dianggap mewakili seluruh
rakyat Indonesia. PPKI (Dokuritzu Jumbi Iinkai) yang diresmikan pada
tanggal 17 Agustus 1945, menyetujui Kemerdekaan Indonesia harus segera
diumumkan , dengan kesepakatan :
a. UUD harus segera disepakati.
b.
Susunan pemerintahan Indonesia di pusat dan di daerah harus dapat
dilaksanakan dalam beberapa hari.
3. KEGIATAN PEMUDA PEJUANG
INDONESIA
Pada tanggal 15 Agustu 1945 sekitar pukul 20.00 para Pemuda
Pejuang dipimpin oleh Chaerul Saleh mengadakan Perundingan di belakang
Laboratorium Bakteriologi di Jl. Pegangsaan Timur Jakarta, dihadiri oleh
: Djohan Nur, Kusnandar, Subadio, Subianto Margono, Wikana, dan
Armansyah. Perundingan ini menghasilkan kesepakatan :
a. Kemerdekaan
Indonesia adalah hak dan masalah bangsa Indonesia sendiri, bukan
tergantung kepada Negara lain.
b. Mewujudkan Proklamasi kemerdekaan
oleh Bangsa Indonesia sendiri yang bebas dari pengaruh bangsa Asing
manapun juga.
c. Menemui Soekarno-Hatta.
Sekitar pukul 22.00,
Wikana dan Darwis diutus oleh para Pemuda Pejuang untuk menemui
Soekarno-Hatta agar segera memproklamirkan Indonesia Merdeka. Mereka
menjelaskan bahwa pasukan dari PERTA,Barisan Pelopor, Heiho, dan pasukan
Pemuda siap mengepung kota untuk menjalankan Revolusi bersenjata demi
menghacurkan tentara Jepang, tetapi keinginan para Pemuda ini ditolak
oleh Ir. Seokarno.
Pada pukul 24.00, masih dipimpin oleh Chairul
Saleh, para pemuda mengadakan rapat di Jl. Cikini Raya no. 71 Jakarta,
selain dihadiri oleh para pemuda yang hadir pada rapat di Lab.
Bakteriologi, dihadiri pula oeh Sukarni, Yusuf Kunto, Dr. Muwardi, dan
Syodanco Singgih (PETA), rapat itu menghasilkan :
a. Kemerdekaan
harus dinyatakan sediri oleh rakyat Indonesia tanpa menunggu kemerdekaan
hadiah dari Jepang.
b. Membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok,
Karawang agar terhidar dari pengaruh Jepang untuk menindas atau
menghalangi Kemerdekaan Indonesia.
Rengasdengklok dipilih karena kota
ini dianggap aman dan bebas dari kakuasaan militer Jepang karena sudah
diduduki oleh PETA pimpinan Syudanco Subeno. Pamong Praja dan pemuda
setempat pun yang tergabung dalam Keibodan dan Seinendan sudah bersatu
dengan PETA.
Pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00
Soekarno-Hatta dibawa ke Rengasdengklok dan didesak agar segera
memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Akhirnya Soekarno-Hatta setuju,
Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan tanpa campur tangan Jepang,
Mr.Ahmad Subarjo betanggungjawab dan menjamin bahwa Proklamasi
Kemerdekaan akan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta.
Syudanco Singgih menyampaikan berita tersebut kepada para pejuang muda
yang bermarkas di Jl. Menteng Raya No. 31 Jakarta. Kemudian tanggal 16
Agustus 1945 sore hari mereka kembali membawa Soekarno-Hatta ke Jakarta
untuk merundingkan rencana Proklamasi Kemerdekaan Indonesia esok hari.
Bertampat di rumah Laksamada Tadhesi Maeda jl,Imam Bonjol No. 1, mereka
berunding merumuskan rencana Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Mengapa
dilaksanakan di rumah tentara Angkatan Laut Jepang??
4. PERUMUSAN
TEKS PROKLAMASI
Tanggal 16 Agustus 1945 pukul 23.00 mereka merkumpul
di rumah Laksamana Maeda untuk merundingkan rencara Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia. Mereka mengumpulkan anggota PPKI dan pemimpin
kelompok Pemuda. Sebenarnya Jepang tidak mengijinkan Kemerdekaan
Indonesia, hal ini diketahui dari pernyataan Jenderal Nishimara (Kepala
Pemerintahan Militer Jepang di P. Jawa).
Hal ini makin menambah
semangat Soekarno dkk untuk segera merumuskan Proklamasi kemerdekaan
Indonesia. Pertemuan itu dihadiri pula oleh BM. Diah, Sayuti Melik, dan
Sukarni, serta beberapa anggota PPKI lainnya.
Soekarno
memerintahkan Ahmad Subarjo untuk mengutip kata-kata dari Piagam Jakarta
tanggal 22 Juni 1945, yaitu bab Pembukaan Rumusan Undang-Undang Dasar
1945 yang berbunyi “Atas berkat rakhamat Allah maka rakyat Indonesia
dengan ini menyatakan Kemerdekaannya”. Tetapi disepakati sbb “ Kami
Bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”, kalimat
tsb dikutip dari alinea ke 3 Piagam Jakarta. Kalimat ke 2 ditambahkan
Drs. Moch. Hatta “ hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan
lain-lain diselenggarakan secara seksama dan dalam tempo yang
sesingkat-singkatnya”. Atas usul Sukarni teks tersebut ditandatangani
oleh Soekarno-Hatta, atas nama Bangsa Indonesia.
Naskah Teks
Proklamasi diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan :
a.
Tempoh menjadi Tempo
b. Wakil-wakil Bangsa Indonesia menjadi Atas
Nama Bangsa Indonesia.
c. Djakarta, 17-8-05 menjadi Djakarta, hari
17, boelan 8 tahoen 05.
(05 adalah singkatan dari tahun 2605 tahun
Jepang, 1945 Masehi).
5. PEMBACAAN TEKS PROKLAMASI KEMERDEKAAN
INDONESIA
Pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 dikumandangkan
pembacaan Teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia, acara
itu dihadiri oleh 1000 orang yang diatur oleh dua orang barisan pemuda
pelopor : Sudiro dan Suhud. Setelah dikibarkan bendera Merah Putik hasil
jahitan Ibu Fatmawati, istri Bung Karno. Bendera itu dikibarkan oleh
Suhud, Tri murti, dan Cudanco Latif Hendraningrat dengan diiringi lagu
Kebangsaan Indonesia Raya karya WR.Supratman. Peristiwa ini diabadikan
oleh fotografer Harian Asia Frans S.Mendur. Negara lain yang pertama
mengakui kedaulatan dan Kemerdekaan Indonesia adalah Mesir.
6.
PENGESAHAN UUD 1945 DAN PEMILIHAN PEMIMPIN NASIONAL
UUD adal hokum
dasar tertulis yang menjadi landasan konstitusional dalam
penyelenggaraan Negara kesatuan Republik Indonesia. UUD mengatur
pelaksanaan kakusaan atau kedaulatan dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara. Rapat pertama diselenggarakan pada tanggal 18
Agustus 1945 di gedung kesenian Jakarta, dalam siding itu PPKI
menghasilkan 3 keputusan :
a. Mengesahkan dan menetapkan UUD Republik
Indonesia menjadi UUD 1945.
b. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden
dan Drs. Moch. Hatta sebagai wkil Presiden Indonesia.
c. Sebelum
terbentuknya Majlis permusyawaratan Rakyat, pekerjaan Presiden untuk
sementara dibatu oleh Komite Nasional.
Rancangan UUD itu sendiri
sebenarnya merupakan hasil karya BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha
persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokoritzu Junbi Cosakai, yang
terbentuk tanggal 28 Mei 1945 beranggotakan 62 orang dengan ketuanya
Dr.KRT Radjiman Widyodiningrat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI"
Post a Comment